Berhentilah mengejar kesempurnaan
cinta, karena itu ga akan pernah ada.
Ga juga dengan mati-matian mengubah
dirimu jadi seseorang seperti yang dia
pinta. Ga perlu pura-pura jadi orang
lain, dan emang ga bakalan pernah bisa.
Mencintai dia, hari demi hari, berarti
mencintai dirimu sendiri; menerima
kekonyolan, “kekurangan”, serpih-serpih
terdalam di dirimu, yang selama ini
tersembunyi di balik topeng-topeng
kecantikan atau kepribadian.
Ga siapapun, ga juga kamu, yang bisa
tau segalanya tentang dirimu sendiri.
Dan emang itu ga perlu! Yang penting,
dalam setiap momen yang ada, kamu
mengekspresikan, memproyeksikan apa
yang kamu rasakan. Biar semua keluar,
seperti debu yang memutar ke langit,
diangkat angin puting beliung.
Marah, kecewa, menangis, berteriak,
“Udah, kita putus. Capek gue!”, atau
apapun, ga ada yang haram dilakukan.
Itu ga masalah. Yang penting adalah,
bagaimana kamu dan dia bisa kembali
merasakan cinta, mengobati semua luka,
reunite, re-connected, dan setiap itu
terjadi, kalian mestinya telah naik
satu level, seperti main PS, bukannya
malah memulainya dari awal lagi. Itu
sih namanya game over!
Tak perlu bersumpah bahwa kamu ga akan
pernah marah lagi sama dia. Itu cuma
akan menambah koleksi sumpah yang kamu
langgar. Pergulatan hidup bakal sering
berakhir dengan air mata. Masa depan
yang tak pernah pasti, bakal
menyebabkan stress, membuatmu terjebak
dalam malam-malam panjang tanpa bisa
memejamkan mata.
Tapi usai pertengkaran itu, dinginnya
kesendirianan perlahan akan
mengingatkanmu, betapa dia sungguh
berharga, betapa dia sudah menjadi
bagian terdalam dari dirimu, yang harus
kau terima, seperti kamu menerima
ketidaksempurnaanmu sendiri.
Jadi pilih mana, next level atau game
over….
ps: kata kata ini gw ambil dari temen gw
intinya ini bukan tulisan asli gw!!!




